Monday, February 12, 2007

KASIH: PILIHAN ATAU KEWAJIBAN?



Roma 12
“Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara . . .” (Rm. 12:10)

Telah dikatakan dalam renungan sebelumnya bahwa Allah menyelamatkan kita agar kita dapat melakukan sesuatu buat Allah. Ini tujuan utamanya. Kenyataannya, banyak orang Kristen tidak terlalu memusingkan tujuan utama itu. Mereka merasa bahwa asalkan tidak berbuat dosa, itu sudah cukup. Padahal, sekali lagi, Allah menyelamatkan kita agar kita dapat berbuat sesuatu bagi Allah; bukan hanya sekadar tidak berbuat dosa. Tapi, perbuatan apa saja yang dikatakan sebagai berbuat sesuatu bagi Allah?

Roma 12-15 telah mendaftar sekian banyak kewajiban praktis untuk kita lakukan. Dalam Roma 12, khususnya ayat 9-20, rasul Paulus menandaskan kepada jemaat Roma bahwa mereka harus hidup di dalam kasih. Meski mereka memiliki karunia-karunia rohani, namun pola hidup dalam kasih belum tentu terbentuk secara otomatis. Mereka mungkin saja menggunakan karunia-karunia tanpa diselimuti oleh pola hidup yang mengasihi sesamanya.

Sebab itu, Paulus menyerukan agar seluruh jemaat Roma dapat saling mengasihi sebagai saudara. Imbauan yang senada juga pernah dibicarakan oleh Paulus dalam 1 Korintus 13. Malahan, Paulus membicarakan topik kasih dengan lebih jelas dalam kitab Korintus tersebut. Baginya, kasih adalah perbuatan yang paling mulia dari antara sekian banyak perbuatan baik. Kasih merupakan sistem peredaran darah tubuh rohani, yang memungkinkan seluruh anggota berfungsi secara sehat dan serasi.

Ah mungkin Anda berkata, “Saya sudah tahu teori klasik ini.” Okay, saya pun juga sudah tahu. Tapi mari kita renungkan, berapa banyak orang yang merasakan kasih kita? Atau sebaliknya, berapa banyak orang yang sudah terluka oleh ketiadaan kasih kita? “Nah, lebih enak menjadi jemaat yang tidak bersinggungan dengan siapa pun, ‘kan?” Mungkin ini komentar kita berikutnya. Okay, memang benar kita meminimalisasi sikap menyakiti orang lain, tapi itu bukan pola hidup yang aman. Pola hidup yang aman adalah kita tetap belajar mengasihi orang lain, bagaimana pun sulitnya! Ini kewajiban!

Mengasihi sesama bukanlah sebuah pilihan, tapi sebuah kewajiban

No comments: