Friday, November 10, 2006

JANGAN TAKUT UNTUK DIBENCI

Yohanes 15:18-27
“. . . kamu bukan dari dunia ini . . . sebab itulah dunia membenci kamu” (Yoh. 15:19)

Tahukah Anda mengapa si Cecep (nama samaran) sulit untuk menjadi orang Kristen? Dari sekian banyak alasan, saya kira salah satu alasannya adalah karena ia takut untuk dibenci orang lain. Ya maklum sih, ketika seorang menjadi orang Kristen tulen, maka ia harus berjuang untuk meninggalkan semua kebiasaan lamanya. Hal ini membuat Cecep takut dianggap sok kudus, tidak setia kawan dengan teman-teman lamanya, dan seterusnya. Baginya, adalah sebuah aib bila ia dibenci oleh orang lain, apalagi anggota keluarganya. Itulah mengapa Cecep sulit menjadi orang Kristen.

Sekarang pertanyaannya, apakah memang benar bahwa ketika seseorang menjadi orang Kristen tulen maka orang lain dapat membencinya? Sayangnya, jawabannya “Ya”. Tuhan Yesus pernah menjelaskan kepada para murid-Nya bahwa dunia pasti membenci mereka. Apa sebab? Pertama, karena mereka telah dipisahkan dari kehidupan duniawi, atau dalam bahasa lain, mereka bukan dari dunia lagi. Sebab itu, Tuhan berkata kepada mereka, “Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia . . . sebab itulah dunia membenci kamu” (ay. 19). Inilah kenyataan yang harus dihadapi bila ia mau menjadi orang Kristen tulen.

Sebab kedua, karena dunia telah membenci Kristus. Inilah akar kebencian orang dunia kepada para pengikut Kristus. Hal ini sangatlah masuk akal karena apabila seseorang membenci pemimpin tertentu, maka orang tersebut juga akan membenci para pengikut pemimpin itu. Itulah sebabnya, meski Kristus telah naik ke sorga, para rasul dan jemaat mula-mula tetap mengalami penganiayaan dari pihak-pihak yang membenci Kristus. Karena itu, Yesus mengingatkan kepada para murid-Nya, “Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu” (ay. 20).

Apa pikiran kita sebagai orang Kristen sekarang? Rugi menjadi orang Kristen? Percayalah, orang Kristen yang pesimis pasti akan gentar dan gemetar mendengar kenyataan yang dikatakan oleh Yesus. Tetapi orang Kristen yang optimis pasti akan maju tak gentar karena penjelasaan Yesus tadi telah membuatnya makin siap. Atas nama hidup dan mati bagi Kristus, maka orang Kristen yang optimis akan siap untuk dibenci di lingkungan dagangnya, di lingkungan anggota keluarganya yang belum percaya, di lingkungan masyarakat yang non-Kristen, dan lain-lain. Akhirnya, jangan takut untuk dibenci!

Mahkota kemuliaan pasti akan diberikan kepada barangsiapa yang rela hidup dan mati bagi Kristus, dengan sungguh-sungguh!