Yohanes 19:1-16a
“Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan” (Yoh. 19:16a)
Martin Luther, seorang reformis abad 15, pernah berkata: “Lebih baik langit dan bumi bercampur-aduk menjadi satu daripada satu titik kebenaran binasa.” Perkataan yang bernadakan heroik ini tidak sekadar menjadi sebuah kata-kata mutiara saja. Tapi perkataan ini benar-benar dilakukannya. Walaupun ia harus ditekan dari segala pihak, termasuk pihak gereja Katolik, tetapi ia tetap mempertahankan kebenaran yang bersumber dari Alkitab. Luther tidak mengorbankan kebenaran demi keamanan dirinya.
Berbeda halnya dengan Pontius Pilatus, sang gubernur Romawi itu. Pontius Pilatus sedang diperhadapkan dengan kasus persidangan Yesus Kristus. Setelah diinterogasi sekian waktu, sebenarnya Pilatus sudah berani menyimpulkan bahwa Yesus tidak bersalah (Yoh. 18:38b). Bisa jadi Pilatus telah berusaha sekuat mungkin untuk menemukan kesalahan-Nya, tetapi akhirnya Pilatus harus mengaku bahwa Yesus adalah orang yang bersih. Pilatus tahu bahwa Yesus adalah seorang yang tidak melanggar hukum sama sekali.
Namun apa kenyataannya? Ketika diperhadapkan dengan situasi dan kondisi yang mengancam dirinya, maka Pilatus mengkhianati kebenaran yang sudah ia ketahui. Pilatus lebih memilih keamanan bagi dirinya ketimbang menjunjung tinggi sebuah kebenaran. Alkitab mencatat bahwa Pilatus sangat ketakutan menghadapi teriakan-teriakan massa yang mendesak Pilatus untuk membunuh Yesus (ay. 8). Gara-gara ketakutannya, Pilatus membuang kebenaran dalam “sampah”. Ia mengorbankan kebenaran demi keamanan dirinya.
Kita pun sering menjadi para Pilatus dalam dunia ini. Kita sudah tahu kebenaran-kebenaran yang harus dilakukan. Tapi berapa kali kita berani melakukan kebenaran itu? Sedikit, bukan? Hal-hal yang tidak benar justru kita lakukan agar zona keamanan kita tidak terganggu. Kita sering berdalih bahwa semua orang Kristen melakukan hal itu. Atau kita mulai berani berkata, “Kalau aku lakukan dosa yang ini, toh juga Tuhan akan ampuni aku.” Jika kita masih melakukan hal ini, maka satu hal yang peru kita ingat, bahwa Tuhan tidak pernah kompromi dengan ketidakbenaran. Waspadalah!
Lebih baik langit dan bumi bercampur-aduk menjadi satu daripada satu titik kebenaran binasa (Martin Luther)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
birkin bag
curry 6
balenciaga sneakers
air jordan
fila shoes
hermes bag
vans outlet
coach bags sale
adidas gazelle sale
nfl jerseys wholesale
r1v62k8x28 t5j72j1n55 s6t72k3w63 g0y74m3d99 s1m75z3c21 e1x29e0j68
Post a Comment