Friday, October 27, 2006

Community of Healing or Community of Killing?

Saya bersyukur sama Tuhan karena saya bisa belajar di kelas "pastoral care and counselling" yang dipimpin oleh Mr. Anthony Yeo. Dari sana saya kembali diingatkan soal pentingnya membangun community of healing. Beliau bertanya, "Apakah selama ini kita sudah membawa healing bagi orang sekitar kita, atau sesungguhnya kita justru membawa killing?" Saya kembali merenung apakah tutur kata, perbuatan, tulisan, telah membawa healing bagi seseorang. Ah andai bukan cuma saya yang merenungkan hal ini, andai Anda yang membaca tulisan saya juga merenungkan hal ini. Dan andai, kita sama-sama belajar membawa healing bagi orang di dekat kita, oh betapa indahnya, karena kita akan membangun community of healing daripada community of killing. Good luck!

2 comments:

Baby Toby said...

Goo.

REFORMED YOUTH said...

Yes, Pal. It's surely our calling to craft such a healing community. Aaha, but that's not so easy as in the classroom. Since, we in Indonesia are not a fair society, with openness. Even in Java island. Isn't it? Got Gregory Jones' volume on forgiveness? A must read!