Wednesday, January 07, 2009

Rahasia Bahagia (2): Bersyukur

Sabtu, 3 Januari 2009 | 17:47 WIB

JAKARTA, SABTU-Weits, siapa bilang bersyukur hanya harus dilakukan pada saat senang? Bersyukur harus pula dilakukan di saat sulit dan tertekan sekalipun. Dengan demikian, kebahagiaan ada di tangan Anda.

Demikian diungkapkan oleh motivator Arvan Pradiansyah dalam bukunya The 7 Laws of Happiness. "Sama ketika senang juga harus bisa sabar. Bersyukur juga harus bisa dalam keadaan susah," ujar Arvan dalam diskusi bukunya, Sabtu (3/1), di Gramedia Matraman Jakarta Pusat.

Menurut Arvan, bersyukur adalah proses berhenti sebentar di setiap momen dan menikmati momen tersebut. Bersyukur berpusat pada kondisi internal Anda. Oleh karena itu, pikirkanlah semua yang telah dimiliki, bukan yang diinginkan.

Memikirkan sesuatu yang belum Anda miliki membuat Anda tidak mudah untuk bersyukur. Bersyukur berarti pula fokus pada kelebihan Anda dan bukan pada kekurangan Anda. Arvan menganjurkan bertanya kepada orang-orang di sekeliling Anda untuk mengetahui kelebihan yang Anda miliki.

Dengan demikian Anda akan lebih mudah bersyukur atas diri Anda. Anda lebih sering bertanya "mengapa saya?" ketika ditimpa kemalangan. Namun, tanyakanlah hal yang sama ketika mendapatkan suatu berkat atau rahmat. Pikirkan alasan mengapa Anda yang diizinkan untuk mendapatkannya akan menolong Anda mudah untuk bersyukur.

Lain halnya ketika mendapatkan kemalangan. Jangan tanya "mengapa saya?" namun tanyakanlah "pelajaran berharga apa yang bisa saya dapatkan dari peristiwa ini?" Pertanyaan ini harus ditanyakan juga ketika Anda memperoleh kesenangan.

Hal lain yang diungkapkan Arvan mengenai bersyukur adalah ketika Anda terbuka menerima apa yang dianugerahkan daam kehidupan kita sekarang, termasuk dengan menjelajahi semua potensi yang ada di dalam diri Anda.

http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/03/17472398/rahasia.bahagia.2.bersyukur

Rahasia Bahagia (1) : Sabar

Sabtu, 3 Januari 2009 | 17:41 WIB

JAKARTA, SABTU - Kebahagiaan berada dalam pikiran kita. Oleh karena itu, kebahagiaan dapat dicapai melalui suatu latihan. Arvan Pradiansyah, seorang motivator, merumuskan tujuh rahasia hidup bahagia dalam bukunya The 7 Laws of Happiness, terbitan Kaifa, PT Mizan Utama.

Rahasia yang pertama adalah sabar. Menurut Arvan, definisi sabar tidak sesempit pengertiannya yang selama ini dominan dalam masyarakat, yaitu mengurut dada sehingga menuntun kepada pemahaman bahwa sabar identik dengan penderitaan.

"Mengurut dada menunjukkan bahwa Anda tiada ikhlas, bahwa Anda terpaksa. Padahal, sabar sama sekali berbeda dengan terpaksa. Sabar adalah melakukan sesuatu dengan senang hati," tulis Arvan.

Kesabaran, bagi Arvan, tak dapat dilepaskan dari peran Tuhan. Untuk menjadi sabar, manusia harus mendekatkan diri kepada Tuhan dan memohon kekuatan dari-Nya. Kesabaran berbanding lurus dengan kedekatan kita kepada Tuhan.

Arvan memaparkan tujuh definisi sabar. Pertama, sabar adalah menunda respon Anda untuk beberapa saat sampai Anda benar-benar merasa tenang dan pikiran Anda dapat berfungsi kembali dengan baik. Dengan definisi ini, berarti sabar akan mengasah kecerdasan Anda, terutama dalam menghadapi situasi marah.

Kedua, sabar adalah menyatukan badan dan pikiran Anda di satu tempat. Arvan mencontohkan kondisi terjebak dalam kemacetan padahal Anda sedang ditunggu klien di kantor. Anda tidak akan bisa sabar karena badan Anda di mobil, sedangkan pikiran Anda berada di kantor. Menyatukan badan dan pikiran membuat Anda tenang dalam menghadapi suatu masalah.

Sabar merupakan kata kerja aktif, bukan pasif. Sabar sering ditafsirkan dengan berdiam diri dan berpangku tangan. Menurut Arvan, definisi sabar yang benar jika Anda mengalami kegagalan, Anda berupaya mencoba lagi untuk bangkit.

Keempat, sabar adalah melakukan satu hal di satu waktu. Di zaman ini, Anda begitu ingin melakukan berbagai efisiensi di segala lini kehidupan untuk dicap "lebih profesional". Namun, Arvan memperkenalkan konsep mindfulness. Mencurahkan perhatian sepenuhnya pada apapun yang sedang kita lakukan. Bahkan untuk tidak lupa makanan apa yang Anda santap ketika sarapan.

Definisi kelima, sabar adalah menikmati proses tanpa terganggu pada hasil akhirnya. Contohnya, para penggemar bola. Mereka merasa sangat berbahagia ketika menonton pertandingan itu bukan sekadar mengetahui hasil akhirnya.

Selain itu, sabar adalah menyesuaikan tempo kita dengan tempo orang lain dan bukannya mengharapkan orang lain yang menyesuaikan. Sabar juga adalah hidup selaras dengan hukum alam. Mari lihat saja bagaimana alam berproses.

http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/03/17412462/rahasia.bahagia.1..sabar

Puber Kedua

Istilah "puber" berasal dari kata "pubes" yang artinya rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan. Kondisi ini dialami oleh anak berusia belasan tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Puber kedua adalah kondisi dimana terdapat kesamaan perilaku seperti yang dialami anak-anak yang memasuki masa puber, seperti lebih memperhatikan penampilan, lebih memperhatikan lawan jenis, dan sebagainya.

Puber kedua dialami oleh pria maupun wanita yang memasuki usia 40 tahun ke atas. Gejala yang timbul pada pria saat memasuki puber kedua adalah :

  • Enggan tampil tua. Mereka mulai memperhatikan penampilannya maupun keindahan tubuhnya. Rambutnya disemir ala anak muda, bergaya gaul, memodifikasi mobilnya menjadi ceper, dan sebagainya.

  • Mereka juga mulai senang kembali berpetualang. Mulai dari dari naik motor jarak jauh, sampai keluar masuk diskotek.

  • Produktivitas hidup meningkat. Banyak ditemui bahwa mereka semakin mahir bernegosiasi, semakin maju bisnisnya, maupun semakin memukau karirnya.

Sedangkan pada wanita, gejala yang muncul adalah :

  • Terganggu atau berhentinya proses menstruasi (terjadi menopause). Hal ini terjadi karena gonadotrop tidak diproduksi lagi oleh kelenjar hypophysc. Efek yang terjadi adalah pusing, lesu, dan kurang bergairah. Akibatnya kestabilan emosi sering terganggu.

  • Timbunan lemak menyusut sehingga kulit mulai keriput, bahkan buah dada mulai berubah bentuk. Rambutpun mulai memutih. Keadaan ini akan berpengaruh pada kejiwaannya. Apalagi jika suami memandang hal itu sebagai suatu kemunduran.

Setiap orang akan mengalami fase puber kedua ini. Karena itu perlu persiapan yang cukup matang untuk memasuki fase krisis ini. Di sinilah komitmen perkawinan kembali teruji. Komunikasi dan pengertian memegang peran yang sangat penting bagi pasangan yang mulai memasuki masa puber kedua ini. Kondisi yang berbeda antara suami dan istri sering kali memicu konflik di antara mereka berdua. Suami semakin bersemangat dalam banyak hal, sedangkan istri semakin lesu dan kurang bergairah. Bila terjadi komunikasi yang baik di antara pasangan yang memasuki masa ini, maka masalah krisis kedua ini akan dapat diselesaikan dengan baik.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melewati masa puber kedua dengan baik adalah:

  • Bertamasya berdua tanpa diganggu oleh kehadiran anak

  • Memberikan kejutan seperti candle light dinner, membelikan barang yang sedang diinginkan pasangan, dan sebagainya

  • Membuka kembali album foto kenangan bersama-sama

  • Menonton bioskop berdua saja

  • Dan sebagainya

Dengan demikian diharapkan pasangan yang memasuki masa puber kedua dapat melewatinya dengan baik dan memasuki usia senja dengan bahagia.

http://www.angelfire.com/mt/matrixs/psikologi.htm#Puber%20Kedua

Seluruh Tubuh Keni Disetrika

Rabu, 7 Januari 2009 | 06:38 WIB

Gaji Rp 6 juta yang diterima Keni (28) agaknya tidak akan sebanding dengan penderitaan yang dialaminya.

Keni, tenaga kerja Indonesia asal Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Brebes, Jawa Tengah, disiksa oleh majikan perempuannya di Madinah, Arab Saudi, selama tiga bulan. Dia kini dirawat di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Luka-luka Keni memang sudah mulai kering. Namun, keloid yang muncul di bekas-bekas luka dan bentuk kedua kupingnya yang berubah akan menjadi tanda sepanjang umur Keni dan orang-orang di sekitarnya atas kekerasan yang dialami Keni.

Dari penuturan Keni, kekerasan yang dilakukan Wafa, majikan perempuannya, dimulai setelah satu bulan dia bekerja di keluarga itu.

”Majikan marah kalau saya tidak bisa membersihkan ruangan dalam waktu setengah jam. Padahal, ruangannya banyak. Rumahnya saja tiga lantai,” tutur perempuan yang sudah memiliki satu anak berusia tiga tahun ini.

Setiap marah, Wafa lalu menarik Keni dan membawanya ke ruang setrika. Setrikaan yang telah dipanaskan oleh Wafa lalu ditempelkan ke tubuh Keni. ”Setiap kali menyetrika tubuh saya, dia lalu mengobatinya. Dia punya lemari obat-obatan yang besar. Namun, besoknya, kalau marah, dia menyetrika saya lagi,” cerita Keni.

Luka bakar yang diderita Keni hampir menutupi seluruh tubuhnya. Kedua kuping Keni tampak mengerut. Leher, kedua tangan, dada, perut, punggung, dan kaki tidak luput dari kebengisan Wafa.

Selain menyetrika, Wafa juga memukul Keni, mencongkel gigi depan Keni kemudian memaksa Keni untuk menelannya, dan juga tidak memberi makan yang cukup bagi Keni.

Keni mengaku tidak bisa melarikan diri karena rumah majikannya selalu terkunci. Dia baru bebas ketika majikan laki-lakinya, Khalid Al Khuraifi, mengetahui perbuatan istrinya. Keni lalu dipulangkan ke Indonesia. Namun, ketika pulang Keni dipakaikan baju dan cadar yang tertutup sehingga luka-luka yang ada di kulitnya tidak ditahui oleh pihak keamanan di bandara.

Ketika Keni akan pulang, majikan memberikannya gaji Rp 6 juta. Padahal, Keni telah bekerja selama 4,5 bulan dan gaji per bulannya Rp 2 juta. ”Alasannya, gaji saya dipotong untuk biaya tiket pesawat,” kata Keni.

Charmiah (48), ibunda Keni, ketika ditemui di RS Polri terus-menerus menangis melihat kondisi anak tunggalnya itu. ”Anak saya berangkat cantik, kenapa sekarang bisa begini. Saya minta pelakunya dihukum setinggi-tingginya,” kata perempuan yang sehari-hari berdagang bahan pokok di Pasar Losari ini.

Charmiah mengaku, dia tidak mengizinkan Keni bekerja di luar negeri. Namun, Keni harus bekerja karena suaminya, Saifudin, tidak memiliki pekerjaan tetap. Dia lebih sering menganggur daripada bekerja. Charmiah meminta Keni membantunya berdagang saja. Namun, Keni menolak. Dia memaksa dengan alasan mencari pengalaman selagi masih muda.

”Tidak tahunya pengalaman yang didapat adalah pengalaman buruk,” tangis Charmiah.

Menurut Charmiah, sebelum bekerja kepada Wafa, Keni pernah bekerja dua tahun di Arab Saudi. Namun, selama dua tahun bekerja, Keni tidak pernah mengirimkan uang gajinya kepada keluarga. ”Tidak tahu uangnya ke mana. Kata dia, belum dibayar majikannya,” ujarnya.

Nirmala Bonat kedua

Jamaluddin, Koordinator Advokasi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), menyayangkan kekerasan yang dialami Keni ini tidak diumumkan oleh pemerintah. ”Keni sudah tiga bulan dirawat di RS Polri dan tidak sekali pun pemerintah terbuka mengenai masalah ini,” kata Jamaluddin.

Dia menilai, pemerintah selalu bertindak lambat dan cenderung menutupi kejadian yang menimpa warganya yang berada di luar negeri.

”Kasus Keni menjadi kasus Nirmala Bonat kedua, TKI yang disiksa di Malaysia. Kasus Nirmala sendiri membutuhkan waktu empat tahun untuk memberikan hukuman kepada majikannya,” kata Jamaluddin.

Dengan kasus yang menimpa Keni ini, SBMI menuntut Pemerintah Indonesia mengajukan nota protes diplomatik kepada Pemerintah Arab Saudi dan mendesak Pemerintah Arab Saudi mengusut tuntas kasus Keni sesuai hukum yang berlaku di Arab Saudi.

”Proses pengadilan untuk kasus penyiksaan terhadap TKI sangat melelahkan. Bahkan, banyak kasus yang terhenti proses penyidikannya,” ujar Jamaluddin yang bertemu dengan Keni tanpa sengaja di RS Polri.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengamanan Deputi Perlindungan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Komisaris Besar Yunarlim Munir mengatakan, BNP2TKI telah bekerja sama dengan perwakilan di luar negeri untuk mengusut tuntas kasus ini.

”Majikannya menyatakan sanggup membiayai pengobatan Keni hingga sembuh. Namun, kasus hukumnya kami serahkan kepada Pemerintah Arab Saudi,” kata Yunarlim.

Dia juga mengatakan, saat ini majikan perempuan Keni telah diperiksa penyidik. ”Proses pemeriksaannya belum selesai. Jadi, belum tahu kapan persoalan ini akan dibawa ke pengadilan,” kata Yunarlim.

Dia menambahkan, saat ini ada sekitar 6 juta TKI yang bekerja di luar negeri. Dari jumlah itu, yang mengalami penyiksaan tidak banyak. ”Saya tidak tahu jumlah pastinya, tetapi angkanya kecil hanya 0,0 sekian persen,” kata Yunarlim.

Jamaluddin mengatakan, jumlah TKI yang mempunyai masalah di luar negeri cukup banyak. Dari 1.000 TKI yang pulang setiap hari, sekitar 100 orang mempunyai masalah. Namun, masalahnya beragam. (M CLARA WRESTI)

http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/07/06384145/Seluruh.Tubuh.Keni.Disetrika

Tuhan yang Memberi, Tuhan yang Mengambil, Terpujilah Nama Tuhan!

Ayub 1: 21b

Kehilangan adalah peristiwa yang sebenarnya kita alami selalu. Sejak kecil hingga tua kehilangan itu akan senantiasa ada dalam kehidupan kita. Mungkin kehilangan pertama kalinya dalam kehidupan ini terjadi pada saat kita lahir di dunia ini. Sebelumnya kita merasa aman, nyaman, dan bertumbuh dalam rahim Ibu. Setelah tiba waktunya, kita lahir dan harus kehilangan kenyamanan rahim Ibu. Kita menangis.

Beberapa tahun kemudian, kita memasuki sekolah yang pertama kalinya dalam kehidupan. Saat itu kita kembali mengalami dan merasa kehilangan orangtua untuk sesaat. Sekian jam harus berada di sekolah, terpisah dengan orangtua dan suasana rumah. Itulah sebabnya waktu kecil tidak jarang anak-anak menangis ingin pulang dari sekolah. Bukankah itu juga merupakan pengalaman kehilangan?

Setelah dewasa kita kembali mengalami kehilangan yaitu ketika anak-anak menikah. Selama ini mereka selalu bersama dengan kita, makan bersama, tidur bersama, menonton tv bersama setiap hari. Tapi setelah menikah, tentu mereka memiliki kehidupannya sendiri bersama dengan pasangannya. Mereka tidak bisa lagi memiliki waktu bersama-sama selama 7 hari berturut-turut. Tentu, sebagai orangtua, ini merupakan suatu kehilangan. Tidak heran apabila ada sebagian orangtua dan anak yang sama-sama menangis dalam upacara pernikahan. Mereka sama-sama merasa kehilangan.

Ada begitu banyak kehilangan yang senantiasa kita alami. Tapi tentunya ada satu kehilangan yang seringkali menimbulkan rasa duka yang dalam, yaitu kehilangan seseorang. Mengapa perasaan duka ini begitu dalam? Karena, kalau kehilangan barang atau uang, kita masih bisa menebusnya. Kalau kehilangan anak karena menikah, kita masih dapat sering-sering bermain ke rumahnya. Tapi kalau kehilangan orang yang dikasihi karena meninggal, tentu kita sudah tidak mungkin lagi menengoknya. Dunia kehidupannya sudah berbeda.

Di sinilah kita mengalami perasaan berduka. Apalagi bila orang yang meninggal itu sering melakukan kebajikan atau meninggalkan teladan bagi anggota keluarganya, maka hal itu akan semakin menambah perasaan berduka. Para anggota keluarga mungkin akan merasa eman-eman bila ia meninggal.

Di tengah perasaan berduka saat ini apa yang dapat kita lakukan sebagai orang Kristen? Berangkat dari Ayub 1: 21b, maka ada dua hal yang dapat kita lakukan: Pertama, kita menyadari bahwa orang yang kita kasihi adalah titipan dari Tuhan. Tatkala Ayub mengatakan, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil,” maka Ayub menyadari bahwa seluruh hartanya, pegawainya, dan bahkan anak-anaknya yang hilang itu adalah titipan Tuhan. Apa yang Ayub genggam selama ini bukanlah miliknya.

Pemikiran ini sangat penting untuk kita tanamkan, khususnya di saat kita berduka. Bila kita berpikir bahwa orang yang dikasihi itu adalah milik kita, maka tentu kita akan sangat sulit melepaskan almarhum/ah dengan rela. Tapi bila kita berpikir bahwa ia adalah titipan Tuhan yang pernah hidup bersama dalam satu keluarga, maka kita akan lebih rela melepaskannya. Memang kita merasa kehilangan karena bagaimanapun juga kita pernah saling berbagi hidup, tapi kita masih lebih rela untuk menyerahkannya pada Tuhan. Mari kita sama-sama menyadari bahwa orang yang dikasihi telah berada di tangan Sang Pemiliknya. Terpujilah nama Tuhan!

Hal kedua, kita menyadari bahwa orang yang kita kasihi berada di dalam kendali Tuhan. Renungkan kembali perkataan Ayub, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil.” Kalimatnya bukan berbunyi, “Tuhan yang memberi, Iblis yang mengambil. Atau, Tuhan yang memberi, orang lain yang mengambil.” Tapi dengan sangat jelas, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil.” Ini satu keyakinan bahwa dari awal hingga akhir kehidupan Tuhanlah yang memegang kendali kehidupan dan kematian umat-Nya.

Keyakinan seperti demikian perlu kita pegang erat-erat sampai selamanya. Kita meyakini bahwa almarhum/ah pergi bukan ke satu tempat yang tidak jelas. Ia pergi bukan dituntun oleh sesuatu yang tidak jelas atau sesuatu yang menakutkan. Ia justru pergi ke satu tempat yang jelas karena dituntun oleh tangan Tuhan yang jelas-jelas memegang kehidupan dan kematiannya. Selama alamarhum/ah hidup tangan Tuhan selalu memegang kehidupannya, dan sewaktu ia mati rohnya tetap berada dalam genggaman tangan Tuhan. Ia berada dalam tangan yang tepat, tangan yang memegang kendali umat-Nya. Mari kita sama-sama menyadari bahwa orang yang dikasihi hingga saat ini masih berada di dalam kendali Tuhan. Ia akan aman bersama Tuhan. Terpujilah nama Tuhan!

Tuesday, January 06, 2009

Ekspresi Wajah Bawaan Lahir

Selasa, 30 Desember 2008 | 00:26 WIB

EKSPRESI wajah tak dapat menyembunyikan perasaan dan emosi seseorang. Hal tersebut kelihatannya muncul secara alami tanpa harus dilatih. Berdasarkan penelitiaan teranyar yang dimuat Journal of Personality and Social Psychlogy menunjukkan bahwa ekspresi emosi seseorang ditentukan gen.

Ekspresi wajah seseorang mungkin sudah terbentuk dengan sendirinya dan diturunkan sejak lahir. Faktor meniru atau berlatih tidak terlalu menentukan seperti apa ekspresi seseorang.

Dalam penelitian itu, dibandingkan ekspresi wajah antara orang tuna netra dengan orang yang berpenglihatan normal. Ternyata gerakan otot mukanya relatif sama dan membentuk ekspresi yang serupa.

"Ini menunjukkan bahwa terdapat sifat genetik yang mengatur sumber ekspresi emosi," ujar David Matsumoto, profesor psikologi dari San Fransisco Satte University. Penelitian tersebut menyimpukan bahwa ekspresi wajah tidak ditentukan dari hasil pengamatan.

Bahkan, Matsumoto menemukan baik orang yang berpenglihatan normal maupun penyandang tuna netra sama-sama mengatur ekspresi wajah dengan cara yang sama berdasarkan konteks sosial yang dihadapi. Misalnya ekspresi "senyum sosial" peraih medali perak saat penyerahan medali usai final pertandingan olimpiade.

Senyum yang diperlihatkan peraih perak umumnya hanya mengaktifkan otot mulut. Berbeda dengan senyum bebas (biasa disebut senyum Duchenne) yang juga melibatkan otot sekitar mata dan otot pipi.

"Orang yang kalah menekan bibir bawah ke atas untuk mengendalikan emosinya di wajah," jelas Matsumoto. Tuna netra mustahil memperoleh cara berekspresi seperti itu dari pengamatan yang dilakukan orang lain. Artinya ada faktor genetik yang mengendalikannya. Namun, gen yang mana tentu butuh penelitian lebih lanjut melalui percobaan.

http://kompas.com/read/xml/2008/12/30/00265344/ekspresi.wajah.bawaan.lahir

Lebih dari 2 Triliun Ton Es Kutub Mencair

Senin, 29 Desember 2008 | 16:20 WIB

LEBIH dari dua triliun ton es di Kutub Utara dan Kutub Selatan mencair sejak tahun 2003. Hasil pengukuran menggunakan data pengamatan satelit GRACE milik NASA itu menunjukkan bukti terbaru dampak dari pemanasan global.

"Antara Greenland, Antartika, dan Alaska, pencairan lapisan es telah meningkatkan air laut setinggi seperlima inci dalam lima tahun terakhir," kata Scott Luthcke, geofisikawan NASA.

Dari pengukuran tersebut, lebih dari setengahnya adalah es yang sebelumnya ada di Greenland. Selama lima tahun, es yang mencair dari Greenland tersebut mengalir ke Teluk Chesapeake dan mengalir ke laut lepas. Bahkan menurut Luthcke, pencairan es di Greenland akan berlangsung semakin cepat.

Mencairnya es di daratan sebenarnya tak berpengaruh langsung terhadap kenaikan muka air laut di seluruh dunia seperti mencairnya lautan beku. Pada tahun 1990-an, pencairan es di Greenland tidak menyebabkan peningkatan air laut yang berarti.

"Namun, saat ini Greenland turut meningkatkan setengah milimeter tingkat air laut per tahun," kata ilmuwan es NASA Jay Zwally. “Pencairan terus memburuk. Ini menunjukkan tanda yang kuat dari pencairan dan amplifikasi. Tidak ada perbaikan yang terjadi,” lanjut Zwally.

Para ilmuwan NASA mempresentasikan temuan baru mereka pada konferensi American Geophysical Union di San Fransisco minggu lalu. Dengan menganalisis perubahan iklim, secara umum para ilmuwan akan melihat yang terjadi beberapa tahun untuk menentukan tren secara keseluruhan.

http://kompas.com/read/xml/2008/12/29/16204469/lebih.dari.2.triliun.ton.es.kutub.mencair.